Kuliah Lapangan Sistematika Vertebrata di Taman Rimbo Zoo

Salah bentuk pengayaan pengetahuan pada mata kuliah adalah melalui praktikum baik di laboratorium maupun di lapangan. Pada hari minggu tanggal 3 april 2016 dosen-dosen pengampu mata kuliah Sistematika Invertebrata dengan mengajak mahasiswa yang mengambil mata kuliah terkait melaksanakan praktikum lapangan di Taman Rimbo Zoo untuk mencapai tujuan tersebut. Mahasiswa di ajak mengamati morfologi, habitat, hewan-hewan yang ada di taman Rimba tersebut terutama yang termasuk dalam 3 kelas yaitu kelas Aves, Reptil dan Mamalia. Mereka juga mengamati perilaku, habitat dan perlakuan yang didapatkan pada taman rimba tersebut.

image

image

Praktikum ini dilaksanakan dengan cukup antusias oleh mahasiswa-mahasiswa, walaupin diantara mereka ada yang dalam kondisi kurang sehat.
image

image

Kebetulan pada saat praktikum tersebut ada kesempatan untuk berdiskusi dengan dokter hewan yang bertanggung jawab pada taman tersebut. Tanya jawab dan diskusi tersebut diikuti dengan penuh semangat dan sangat banyak pertanyaan

image

image

Praktikum Vertebrata-Edisi Reptil

image

image

Identifikasi ular dengan mengamatan dan penghitungan nilai morfometri, termasuk jumlah sisik
image
Ular berbisa jika dihandle dengan baik tidak akan membahayakan, salah satu anggota komunitas pencipta reptil memberi masukan dan saran kepada mahasiswa biologi
image
Untuk mengidentifikasi iguana juga diperlukan keberanian dan kasih sayang sehingga pengukuran dan pengamatan dapat dilakukan dengan baik
image

Pengarahan oleh dosen sistematika vertebrata bapak Anggit Prima Nugraha, untuk identifikasi reptil sebaiknya digunakan hewan yang lengkap organnya, walaupun kadal yang di dapat memiliki ekor yang panjang, tapi kadal tersebut ekornya telah putus…
Selain itu beliau jga menyampaikan cara membedakan hewan jantan dan betina, serta alasan morfologi tersebut secara spesifik berbeda untuk setiap jenis, misalkan saja saat mengidentifikasi kura-kura air tawar bisa dilihat dari postus plastronnya ydan juga jarak kloaka ke plastron, jika kewan jantan akan memiliki plastron lebih cekung dan jarak kloaka yang jauh, karena hal tersebut membantu mereka pada saat peristiwa kawin