Praktik Kuliah Lapangan (PKL) ke Sumatera Barat

Program studi Biologi dalam beberapa mata kuliahnya membutuhkan beberapa aplikasi lapangan untuk mendukung teori baik dalam bentuk praktek yang berlangsung dalam laboratorium maupun di lingkungan (lapangan). Beberapa mata kuliah tersebut antara lain: Sistematika Tumbuhan Tinggi, Sistematika Tumbuhan Rendah, Sistematika Invertebrata dan Sistematika Vertebrata.
Pada bulan Maret 2017 lalu tepatnya tanggal 10 sampai 12, Mahasiswa program studi Biologi semester 4 melakukan Praktik Kuliah Lapangan (PKL) ke Sumatera Barat. Kuliah dan praktikum lapangan ini diharapkan dapat mengeksplorasi Keanekaragaman hayati yang terkait dengan matakuliah-matakuliah tersebut khususnya di kawasan Pantai Nirwana dan Kebun Binatang Kinantan Bukit Tinggi Sumatera Barat.


Pelepasan Keberangkatan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Wakil dekan bidang BAAKSI dan Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni


Mahasiswa melakukan koleksi sampel tumbuhan tingkat rendah dan hewan-hewna invertebrata di pantai Nirwana Sumatera Barat


Preparasi dan pengarahan di lapangan


Mahasiswa mengkoleksi sampel tumbuhan tingkat tinggi di pantai Nirwana Sumatera Barat


Mahasiswa mengambil data dan informasi terkait hewan-hewan vertebrata yang ada di kebun binatang Kinantan Bukit Tinggi Sumatera Barat

Mata Kuliah Sistematika tumbuhan dan hewan menitik beratkan pada biodiversitas yang terdapat dalam suatu kawasan. Dalam kuliah dan praktikum lapangan ini telah dilakukan inventarisasi tumbuhan termasuk didalamnya tumbuhan tingkat rendah (alga dan paku-pakuan), tumbuhan tingkat tinggi (tumbuhan berbunga). Selain itu untuk mendukung mata kuliah Sistematika Invertebrata, juga telah dikoleksi sampel-sampel yang ada di lapangan. Sampel yang dikoleksi mencakup kedalam beberapa filum seperti porifera, coelenterata, mollusca, anelida, arthropoda dan echinodermata. Sedangkan untuk mata kuliah Sistematika Vertebrata telah dilakukan pengamatan dan pengambilan data terhadap hewan-hewan dari kelompok choradata. Hasil inventarisasi digunakan untuk menentukan besarnya nilai biodiversitas yang kemudian dianalisis dengan metode-metode ekologi dan sistematika.