Call Paper


Jurnal Bio-Site menerima artikel untuk diterbitkan pada bulan Mei 2018 (Volume 4 edisi 1) dan November 2018 (Volume 4 edisi 2)

Artikel yang akan di terbitkan merupakan hasil penelitian (bukan literature review) dan termasuk dalam lingkup biologi murni maupun aplikasi ilmu biologi.

Artikel dapat diupload setelah melakukan registrasi di sini atau dapat menghubungi pengelola jurnal melalui email biosite.fst@unja.ac.id

Ttd

Editor

Kuliah Lapangan Terpadu

Prodi Biologi kembali melaksanakan kuliah lapangan terpadu untuk mahasiswa semester VI pada hari Sabtu dan Minggu (14-15 April 2018) di Hutan Kota Mayang Mangurai Jambi. Kuliah lapangan terpadu tersebut merupakan gabungan praktikum lapangan dari mata kuliah Struktur Tumbuhan tinggi, Struktur Tumbuhan Rendah, Sistematika Hewan Vertebrata dan Sistematika Hewan Invertebrata. Kuliah lapangan tersebut dibimbing dan didampingi oleh Bapak Mahya Ihsan, Bapak Anggit Prima Nugraha, Bapak Ashif Irvan Yusuf,Bapak Dawam Suprayogi, Ibu Hasnaul Maritsa, dan Ibu Tia Wulandari. Kegiatan kuliah Lapangan tersebut memiliki angenda yang bervariasi diantaranya adalah koleksi sampel hewan dan tumbuhan sekaligus preparasinya. Metode ligh trap juga dilakukan untuk koleksi sample hewan khususnya untuk insekta nokturnal.

 

 


Kuliah Umum “Reintroduksi Orang Utan Sumatera” Bersama FZS

Selasa (3 April 2018) prodi Biologi Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Jambi berkesempatan menjadi penyelengara kuliah umum yang bekerjasama dengan Frankfrut Zoological Society (FZS) Jambi. Kuliah umum disampaikan oleh Bapak Julius Paolo Siregar dan menjelaskan tentang salah satu program FZS, yaitu “Reintroduksi Orang Utan Sumatera” dikawasan Tanaman Nasional Bukit Tigapuluh. Kuliah umum tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Dalam penjelasannya Bapak Paulus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan magang dan penelitian mengenai Orang Utan di FZS, dan beliau menyarankan setidaknya dibutuhkan waktu minimum selama tiga bulan untuk pengamatan orang utan tersebut sehingga didapatkan data yang layak dipublikasi.